Asri si Ratu Senggama
| Cerita Dewasa 2013
strong>Asri si Ratu
Senggama | Cerita Dewasa
2013 - Namaku Asri, biasa
dipanggil "Sri" saja,
asli dari Solo, pernah 4 kali
menikah, tapi
tidak pernah bisa hamil,
sehingga mantan-mantan
suami semua
meninggalkanku,
bodyku sexy, kulitku kuning
langsat, tinggiku 161 cm
dengan berat badan
50 kg,
"kamu persis Desy Ratnasari,
Sri!", kata mantan suamiku
terakhir.
Banyak laki-laki
lain juga mengatakan aku
persis seperti Desy Ratnasari.
Aku bekerja sebagai pembantu
rumah tangga (PRT) di kota
Gudeg
Yogyakarta,
majikanku seorang janda
berusia 50 thn, Ibu Sumiati
yang masih bekerja
sebagai
pegawai negeri di Gubernuran.
Anaknya 3 orang.
Yang pertama perempuan,
Aryati
28 thn, bekerja sebagai
sekretaris, 2 bulan lagi
menikah. Yang kedua juga
perempuan, Suryati 25 thn,
bekerja sebagai guru. Yang
ketiga laki-laki, satu-
satunya laki-laki di rumah ini,
tampan dan halus budi-
pekertinya, Harianto 22
thn, masih kuliah, kata Ibu
Sum, Mas Har (demikian aku
memanggilnya) tahun
depan lulus jadi insinyur
komputer. Wah hebat, sudah
guaaanteng, pinter pula...
Setiap pagi, aku selalu bangun
jam 4:30, sebelum bekerja aku
sudah mandi dengan
sangat bersih, berpakaian rapi.
Aku selalu memakai rok
panjang hingga semata-
kaki, bajuku berlengan
panjang.
Aku tahu, Ibu Sum senang
dengan cara
berpakaianku, dia selalu
memujiku bahwa aku sopan
dan soleha, baik sikap yang
santun, maupun cara
berpakaian. Meskipun begitu,
pakaianku semuanya agak ketat,
sehingga lekuk-lekuk tubuhku
cukup terlihat dengan jelas.
Mas Har sering melirik ke
arahku sambil terkagum-kagum
melihat bentuk tubuhku,
aku selalu membalasnya
dengan kedipan mata dan
goyangan lidah ke arahnya,
sehingga membuat wajahnya
yang lugu jadi pucat seketika.
Paling telat jam 7:15,
mereka semua berangkat
meninggalkan rumah, kecuali
Mas Har sekitar jam 8:00.
Aku tahu, Mas Har sangat ingin
menghampiriku dan bercumbu
denganku, tapi ia
selalu nampak pasif, mungkin
ia takut kalau ketahuan ibunya.
Padahal aku juga
ingin sekali merasakan
genjotan keperjakaannya.
Pagi itu, mereka semua sudah
pergi, tinggal Mas Har dan aku
yang ada di rumah,
Mas Har belum keluar dari
kamar, menurut Ibu Sum
sebelum berangkat tadi bahwa
Mas Har sedang masuk angin,
tak masuk kuliah. Bahkan Ibu
Sum minta tolong
supaya aku memijatnya,
setelah aku selesai
membersihkan rumah dan
mencuci
pakaian. "Baik, Bu!", begitu
sahutku pada Ibu Sum.
Ibu Sum sangat percaya
kepadaku, karena di
hadapannya aku selalu nampak
dewasa, dengan pakaian yang
sangat sopan. Setelah pasti
mereka sudah jauh
meninggalkan rumah, aku
segera
masuk kamarku dan
mengganti pakaianku dengan
rok supermini dan kaus singlet
yang ketat dan sexy.
Kusemprotkan parfum di leher,
belakang telinga, ketiak, pusar
dan pangkal pahaku dekat
lubang vagina. Rambutku yang
biasanya kusanggul,
kuurai lepas memanjang
hingga sepinggang. Kali ini, aku
pasti bisa merenggut
keperjakaan Mas Har, pikirku.
"Mas Har. Mas Har!" panggilku
menggoda, "tadi Ibu pesan
supaya Mbak Sri memijati
Mas Har, supaya Mas Har cepat
sembuh. Boleh saya masuk, Mas
Har?"
Pintu kamarnya langsung
terbuka, dan nampak Mas Har
terbelalak melihat
penampilanku,
"Aduh, kamu cantik sekali,
Mbak Sri... Persis Desy
Ratnasari... ck, ck, ck..."
"Ah, Mas Har, bisa saja, jadi
mau dipijat?"
"Jadi, dong..." sekarang Mas
Har mulai nampak tidak sok
alim lagi, "ayo, ayo...",
ditariknya tanganku ke arah
tempat tidurnya yang wangi....
"Kok Wangi, Mas Har?"
Rupanya dia juga
mempersiapkan tempat tidur
percumbuan
ini, dia juga sudah mandi
dengan sabun wangi.
"Ya dong, kan ada Desy
Ratnasari mau datang ke sini,".
Kami mulai mengobrol ngalor-
ngidul, dia tanya berapa usiaku,
dari mana aku
berasal, sudah kawin atau
belum, sudah punya anak atau
belum, sampai kelas
berapa aku sekolah.
Omongannya masih belum "to-
the-point" , padahal aku sudah
memijatnya dengan sentuhan-
sentuhan yang sangat
merangsang. Aku sudah tak
sabar ingin bercumbu
dengannya, merasakan sodokan
dan genjotannya, tapi
maklum sang pejantan belum
berpengalaman.
"Mas Har sudah pernah
bercumbu dengan
perempuan?", aku mulai
mengarahkan
pembicaraan kami, dia hanya
menggeleng lugu.
"Mau Mbak Sri ajari?", wajahnya
merah padam dan segera
berubah pucat. Kubuka
kaus singletku dan mulai
kudekatkan bibirku di depan
bibirnya, dia langsung
memagut bibirku, kami
bergulingan di atas tempat
tidurnya yang empuk dan
wangi,
kukuatkan pagutanku dan
menggigit kecil bibirnya yang
merah delima, dia makin
menggebu, batang kontolnya
mengeras seperti kayu...
Wow! dia melepas beha-ku,
dan mengisap puting susuku
yang kiri, dan meremas-
remas puting susuku yang
kanan...
"Aaah.. sssshhhh, Mas Har,
yang lembut doooong..."
desahku makin membuat
nafasnya menderu...
"Mbak Sri, aku cinta kamu...."
suaranya agak bergetar..
"Jangan, Mas Har, saya cuma
seorang Pembantu, nanti Ibu
marah," kubisikkan
desahanku lagi....
Kulucuti seluruh pakaian Mas
Har, kaos oblong dan celana
pendeknya sekaligus celana
dalamnya, langsung kupagut
kontolnya yang sudah
menjulang bagai tugu monas,
kuhisap-hisap dan kumaju-
mundurkan mulutku
dengan lembut dan terkadang
cepat...
"Aduuuh, enaaaak, Mbak Sri...."
jeritnya...
Aku tahu air-mani akan segera
keluar, karena itu segera
kulepaskan kontolnya, dan
segera meremasnya bagian
pangkalnya, supaya tidak jadi
muncrat. Dia membuka
rok-miniku sekaligus celana
dalamku, segera kubuka
selangkanganku.
"Jilat itil Mbak Sri, Mas
Haaaarrr..., yang lamaaa...",
godaku lagi... Bagai robot, dia
langsung mengarahkan
kepalanya ke nonokku dan
menjilati itilku dengan sangat
nafsunya....
"Sssshhhh, uu-enaaak, Mas
Haaaarrrr... ., sampai air mani
Mabk Sri keluar, ya mas
Haaar".
"Lho, perempuan juga punya air
mani..?" tanyanya blo'on. Aku
tak menyahut karena
keenakan...
"Mas Haaarrr, saya mau
keluaaar..." serrrrrr....
serrrrrrrrr. ... membasahi
wajahnya
yang penuh birahi.
"Aduuuuh, enak banget, Mas
Har! Mbak Sri puaaaaaassss
sekali bercinta dengan Mas
Har..... kontol Mas Har belum
keluar ya? Mari saya masukin ke
liang kenikmatan
saya, Mas! Saya jamin Mas Har
pasti puas-keenakan. ..."
Kugenggam batang pelernya,
dan kutuntun mendekati
lubang nonokku, kugosok-
gosokkan pada itilku, sampai
aku terangsang lagi... Sebelum
kumasukkan batang
keperkasaannya yang masih
ting-ting itu ke lubang
nonokku, kuambil kaos
singletku
dan kukeringkan dulu nonokku
dengan kaos, supaya lebih peret
dan terasa
uuenaaaak pada saat ditembus
kontolnya Mas Har nanti...
"Sebelum masuk, bilang
'kulonuwun' dulu, dong
sayaaaaaang. ..", Candaku....
Mas Har bangkit sebentar dan
menghidupkan radio-kaset
yang ada di atas meja kecil
di samping ranjang.....
lagunya.... mana tahaaaan....
"Kemesraan ini Janganlah
Cepat Berlalu..... ."
"Kulonuwun, Mbak Sri
cintakuuuuu. ..."
"Monggo, silakan masuk, Mas
Haaaarrr Kekasihkuuuuu. ..",
segera kubuka lebar-
lebar selangkanganku, sambil
kuangkat pinggulku lebih tinggi
dan kuganjel dengan
guling yang agak keras, supaya
batang kenikmatannya bisa
menghunjam dalam-
dalam. ... Sreslepppppp. ........
blebessss... ..
"Auuuuuow... .", kami berdua
berteriak bersamaan... ..
"Enaaaak banget Mbak Sri,
nonok Mbak Sri kok enak gini
sih....?"
"Karena Mbak Sri belum pernah
melahirkan, Mas Har... Jadi
nonok Mbak Sri belum
pernah melar dibobol kepala
bayi..... kalau pernah
melahirkan, apalagi kalau sudah
melahirkan berkali-kali, pasti
nonoknya longgar sekali, dan
nggak bisa rapet seperti
nonoknya Mbak Sri begini,
sayaaaaang.. . lagi pula Mbak
selalu minum jamu sari-
rapet, pasti SUPER-PERET. ...",
kami berdua bersenggama
sambil cekikikan
keenakan...
Kami berguling-guling di atas
ranjang-cinta kami sambil
berpelukan erat
sekali....
Sekarang giliranku yang di
atas... Mas Har terlentang
keenakan, aku naik-turunkan
pinggulku, rasanya lebih enak
bila dibanding aku di bawah,
kalau aku di atas, itilku
yang bertumbukan dengan
tulang selangkang Mas Pur,
menimbulkan rasa nikmat
yang ruaaaaarbiassssa uu-
enaaaaaaknya. ....
Keringat kami mulai
berkucuran, padahal kamar Mas
Har selalu pakai AC, sambil
bersenggama kami mulut kami
tetap berpagutan-kuat. Setelah
bosan dgn tengkurap
di atas tubuh Mas Har, aku
ganti gaya. Mas Har masih tetap
terlentang, aku
berjongkok sambil kunaik-
turunkan bokongku. Mas Har
malah punya kesempatan
untuk menetek pada susuku,
sedotannya pada tetekku makin
membuatku tambah
liar, serasa seperti di-setrum
sekujur tubuhku.
Setelah 10 menit aku di atas,
kami berganti gaya lagi... kami
berguling-gulingan lagi
tanpa melepaskan kontol dan
nonok kami.
Sekarang giliran Mas Har yang
di atas, waduuuuh...
sodokannya mantep sekali...
terkadang lambat sampai
bunyinya blep-blep-blep. ..
terkadang cepat plok-plok-
plok. .. benar-benar beruntung
aku bisa senggama dengan Mas
Harianto yang begini
kuaaaatnya, kalau kuhitung-
kuhitung sudah tiga kali air
nonokku keluar karena
orgasme, kalau ditambah sekali
pada waktu itilku dijilati tadi
sudah empat kali aku
orgasme... benar-benar
nonokku sampai kredut-kredut
karena dihunjam dengan
mantapnya oleh kontol yang
sangat besar dan begitu keras,
bagaikan lesung
dihantam alu..... bertubi-
tubi. ... kian lama kian cepat......
waduuuuhhhhh. .....
Wenaaaaaaaaakkkkk
tenaaaaan... ...
"Mbak Sri, aku hampir
keluaaaaaar nih...!!" ....
"Saya juga mau keluar lagi
untuk kelima kalinya ini, Mas
Haaaaar.... Yuk kita
bersamaan sampai di puncak
gunung kenikmatan, yaaa
sayaaaaanngggg"
"Ambil nafas panjang, Mas
Har... lalu tancepkan kontolnya
sedalam-dalamnya
sampai kandas...... baru
ditembakkan, ya Maaaasss...
ssssshhhhhh. ......."
Sambil mendesis, aku segera
mengangkat pinggulku lagi,
kedua kakiku kulingkarkan
pada pinggangnya, guling yang
sudah terlempar tadi kuraih lagi
dan kuganjelkan
setinggi-tingginya pada
pinggulku, hunjaman kontol
Mas Har semakin keras dan
cepat, suara lenguhan kami
berdua
hhh...hhhhh. ...hhhhhh. ....
seirama dengan
hunjaman kontolnya yang
semakin cepat.....
"Tembakkan sekaraaaaang,
Maaaasssss!" , Mas Har
menancapkan kontolnya lebih
dalam lagi, padahal sedari tadi
sudah mentok sampai ke mulut
rahimku....
bersamaan dengan keluarnya
air nonokku yang kelima kali,
Mas Har pun
menembakkan senjata
otomatis berkali-kali dengan
sangat kerasnya....
CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!!
CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!!
CROOTTTTT !!!
CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!!
CROOTTTTT !!! Berhenti sebentar
dan CROOTTTTT!!!
CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!!
lagi..... Seperti wong edan, kami
berdua berteriak
panjaaaaanggg bersamaan;
"Enaaaaaaaaaakkkkk! ".....
div>
sekujur tubuhku rasanya
bergetar semuanya... dari
ujung kepala sampai ujung
kaki, terutama nonokku sampai
seperti "bonyok"
rasanya..... Mas Har pun rebah
tengkurep di atas tubuh
telanjangku. .... sambil
nafas kami kejar-mengejar
karena kelelahan...
"Jangan cabut dulu, ya Maaasss
sayaaaang... masih terasa
enaknya... tunggu
sampai semua getaran dan
nafas kita reda, baru Mas Har
boleh cabut yaaa......"
pintaku memelas..... kami
kembali bercipokan dengan
lekatnya.... .. kontolnya
masih cukup keras, dan tidak
segera loyo seperti punya
mantan-mantan suamiku
dulu....
"Mbak Sri sayaaaang, terima
kasih banyak ya..... pengalaman
pertama ini sungguh-
sungguh luar biasa... Mbak Sri
telah memberikan pelayanan
dan pelajaran yang
maha-penting untuk saya......
saya akan selalu mencintai dan
memiliki Mbak Sri
selamanya... ."
"Mas Har cintaku, cinta itu
bukan harus memiliki... tanpa
kawin pun kalau setiap
pagi --setalah Ibu & Mbak-
mbak Mas Har pergi kerja--, kita
bisa melakukan
senggama ini, saya sudah puas
kok, Massss..... Apalagi Mas
Harianto tadi begitu
kuatnya, setengah jam lebih
lho kita tadi bersetubuhnya,
Mas! Sampai nonok saya
endut-endutan rasanya tadi....."
"Aku hari ini tidak pergi kuliah,
kebetulan memang ada acara
untuk mahasiswa
baru... jadi ndak ada kuliah...",
kata Mas Harianto.
"Nah... kalau begitu, hari ini kita
kan punya banyak waktu,
pokoknya sampai
sebelum Ibu dan Mbak-mbak
Mas Har pulang nanti sore, kita
main teruuuusss,
sampai 5 ronde, kuat nggak
Mas Har?", sahutku semakin
menggelorakan birahinya.
"Nantang ya?" Tanyanya sambil
tersenyum manis, tambah
guanteeeeng dia.....
"aku cabut sekarang, ya Mbak?
sudah layu tuh sampai copot
sendiri...."
kami tertawa cekikikan dengan
tubuh masih telanjang bulat....
setelah mencabut
kontolnya dari nonokku, Mas
Har terlentang di sisiku,
kuletakkan kepalaku di atas
dadanya yang lapang dan
sedikit berbulu.... radio kaset
yang sedari tadi terdiam,
dihidupkan lagi... lagunya
masih tetap "kemesraan ini
janganlah cepat berlaluuuuuu.
..."
Setelah lagunya habis, "Mas
sayaaang, Mbak Sri mau bangun
dulu ya.... Mbak Sri
harus masak sarapan untuk
Mas...."
"Untuk kita berdua, dong, Mbak
Sri.... masak untuk dua porsi
ya... nanti kita makan
berdua sambil suap-suapan.
Setuju?", sambil ditowelnya
tetekku, aku kegelian dan
"auuuwwww! Mas sudah mulai
pinter nggangguin Mbak Sri ya..,
Mbak Sri tambah
sayang deh".
Aku bangkit dari ranjang, dan
berlari kecil ke kamar mandi
yang jadi satu dengan
kamar tidurnya,
"Mas, numpang cebokan, ya..."
Kuceboki nonokku, nonok Asri
yang paling beruntung hari ini,
karena bisa merenggut
dan menikmati keperjakaan si
ganteng Mas Har...
waduuuuhhh.. . benar-benar
nikmat persetubuhanku tadi
dengannya.. meskipun nonokku
sampai kewalahan
disumpal dengan kontol yang
begitu gede dan kerasnya --
hampir sejengkal-
tanganku panjangnya.. ..
wheleh.. wheleh....
"Sebelum bikin nasi goreng,
nanti Mbak bikinkan Susu-Telor-
Madu- Jahe (STMJ) buat
Mas Har, biar ronde-ronde
berikutnya nanti Mas tambah
kuat lagi, ya sayaaaaaang.
..."
Kuambil selimut dan kututupi
sekujur tubuhnya dengan
selimut, sambil kubisikkan
kata-kata sayangku...
"Sekarang Mas Har istirahat
dulu, ya..." kuciumi seluruh
wajahnya yang mirip Andy Lau
itu...
"Terima kasih, Mbak Sri...
Mbak begitu baik sama saya...
saya sangat sayang sama
Mbak Sri...".
Kupakai pakaianku lagi, segera
aku lari ke dapur dan kubuatkan
STMJ untuk
kekasihku... . setelah STMJ jadi,
kuantarkan lagi ke kamarnya,
"Mas Har sayaaaang... . mari
diminum dulu STMJ-nya, biar
kontolnya keras kayak
batang kayu nanti, nanti Mbak
Sri ajari lagi gaya-gaya yang
lain, ada gaya
kuda-kudaan, anjing-anjingan,
gaya enam-sembilan (69), dan
masih ada seratus
gaya lagi lainnya, Masssss,"
kataku membangkitkan lagi
gelora birahinya... selesai
minum diciuminya bibirku dan
kedua pipiku.... dan Mas
Harianto-ku, cintaanku, tidur
lagi dengan tubuh telanjang
dilapisi selimut.
Aku segera kembali ke tempat
biasanya aku mencuci pakaian
majikanku, menyapu
rumah dan mengepelnya. .
semua kulakukan dengan cepat
dan bersih, supaya tidak
ada ganjelan utang kerjaan
pada saat bersenggama lagi
dengan Mas Har nanti....
Kumasakkan nasi goreng
kesukaan Mas Har dalam porsi
yang cukup besar, sehingga
cukup untuk sarapan berdua
dan juga makan siang berdua...
hmmm.... nikmat dan
mesranya... seperti penganten
baru rasanya...
Setelah nasi gorengnya jadi,
kusiapkan dalam piring yang
agak lebar, kutata
penyajian dengan kelengkapan
tomat, timun, telur mata-sapi,
dan kulengkapi pula
dengan sebuah pisang mas
yang agak mungil, kusiapkan
pula segelas coca-cola
kesukaannya. Dengan memakai
daster tipis tanpa beha dan
celana dalam,
kuantarkan makanan tadi ke
kamarnya. Langsung kubuka
saja pintu kamarnya...
Aduh! Betapa terkejutnya
diriku, ketika kulihat Mas Har
sudah bangun dari tidurnya,
tanpa memakai selimut lagi,
Mas Har sedang ngeloco
(mengocok kontolnya), dengan
wajah merah-padam. .. Segera
kuletakkan makanan di atas
meja tulisnya..
"Aduuuuhhh, jangan seperti
itu, sayang, ngocoknya... nanti
bisa lecet... nanti pasti
Mbak Sri kocokkan... tapi Mas
Har harus makan dulu, supaya
ada tenaga lagi...
kalau ndak makan dulu, nggak
bisa kuat dan tahan lama
senggamanya, Mas!"
Kutanggalkan dasterku, segera
dia menyergap tubuh
telanjangku, dihisapnya puting
tetekku yang kanan, sedang
tangannya memilin tetekku
yang kiri... Kupikir ini pasti
gara-gara STMJ tadi,
"Sabar dong, Mas-ku
tersayaaaaang. .., yuk kita
makan nasi goreng kesukaan
Mas,
sepiring berdua Mas, kayak
judulnya lagu dangdut..."
Kusuapi Mas Har-ku dan
disuapinya pula aku, sambil
tangannya mengkilik-kilik itilku
dengan sangat birahinya. Wah!
Edhiaan tenan reaksi STMJ
tadi.... Hihihi...
"Mas Har sayang, jangan
kenceng-kenceng dong
kilikannya, nggak nikmaaat.... ",
dia memperlambat kilikannya,
sambil kami lanjutkan dan
tuntaskan sarapan kami.
Selesai makan, kuambilkan
pula segelas besar coca-cola,
kuulurkan gelas coca-cola
ke mulutnya. Minum seteguk,
Mas Har pun mengambil gelas
dan mengulurkan pula
ke mulutku.... wah! mesranya,
Mas Har-ku ini...
Kuambil pisang mas, kukupas
dan kubuang kulitnya, lalu aku
berbaring di samping
Mas Har, kubuka
selangkanganku lebar-lebar,
dan kumasukkan pisang tadi ke
dalam liang nonokku....
Mas Har agak terkejut,
"Ayo! Bisa nggak makan pisang
sampai habis dari lubang nonok
Mbak Sri? Kalau
bisa, nanti Mbak Sri ajari teknik-
teknik dan gaya-gaya
senggama yang lain deh!"
"Siapa takut!" sahut Mas Har...
Dia segera menaiki tubuhku,
dengan posisi tengkurap...
mulutnya di depan nonokku,
ditariknya pisang itu dengan
pelan-pelan dan sedikit-sedikit
digigitnya daging
pisangnya, sedangkan
kontolnya pun terjuntai
ngaceng di depan mulutku....
segera
kugenggam dan kumasukkan
barangnya yang ngaceng itu ke
dalam mulutku,
kumainkan lidahku mengusap-
usap kepala kontolnya, dan
dimaju-mundurkannya
pisang mas tadi dalam liang
nonokku, sehingga
menimbulkan perasaan yang
sangat
nikmaaaaat dan
memerindingkan seluruh bulu-
bulu tubuhku....
"Mbak Sri, pisangnya sudah
habis.... hebat kan?" Katanya
lugu...
"Mas Har memang nomer satu
buat Mbak Sri..." sahutku
memujinya, membuatnya
tersanjung dan sangat
ditinggikan harga dirinya.
"Sekarang apalagi?" tanya Mas
Har...
"Silakan Mas jilati dan mainkan
lidah dalam liang nonok saya...
dan saya akan
meng-emuti dan mengocok
kontol Mas dengan mulut
saya.... ini namanya gaya 69,
Mas sayaaang... mulut Mas
ketemu nonok saya dan mulut
saya ketemu kontol Mas
Har.... Enaaaak kan, sayaaang?"
"Wah! Sensasinya luar-biasa,
Mbak......"
"Kalau bercinta itu jangan buru-
buru, Mas.... harus sabar dan
tenang, sehingga
emosi kita bisa terkendali.
Kalau Mas mau sampai duluan
dengan cara ngeloco
seperti tadi, kalau sempat
keluar kan saya harus nunggu
lagi kontol Mas ngaceng...
kasian dong sama saya, Mas,"
suaraku kubikin seperti mau
menangis.... .
"Maafkan saya, ya Mbak Sri....
saya belum ngerti... mesti harus
banyak belajar sama
Mbak....."
Kami lanjutkan gaya 69 kami,
kutelan habis kontolnya,
kuhisap-hisap dan kumaju-
mundurkan dalam mulutku....
sementara Mas Har meluruskan
lidahnya dan menjilati
ITIL-ku, kemudian
memasukkan lidahnya yang
kaku ke dalam liang nonokku...
ini
berlangsung cukup lama...
Pada menit kelimabelas, serrr...
serrrr... serrrr.... cairan hangat
nonokku meluap,
sekarang Mas Har malah
menelannya.. .. aooowwww!
Dan pada menit
keduapuluhlima, serrr... serrrr...
serrrr.... lagi, kali ini lebih
enaaaak
lagi, kukejangkan seluruh
tubuhku.... sambil mulutku
tetap terus
mengocok kontolnya yang
kerasnya minta-ampuuuuun. ...
pada waktu itu juga,
kontolnya memuncratkan air-
peju dengan sangat derasnya,
langsung kutelan
seluruhnya, sampai hampir
keselek..... .
"Enaaaakkkk. ...." Mas Har
berteriak keenakan.... .
Kami berguling, sekarang saya
yang di atas, dengan tetap
memagut kontolnya yang
masih cukup keras, kuhisap
terus kontolnya, sampai tubuh
Mas Har berkedut-kedut
memuncratkan tembakan-
tembakan terakhirnya. ....
kujilati kontol Mas Har sampai
bersiiiiih sekali dan segera aku
berputar, sehingga kepala kami
berhadap-hadapan
dengan posisi aku masih tetap
di atas...
"Gimana, Mas Har sayaaang....
Enak opo ora?" godaku...
"Uu-enaaaaaaakkkkk
tenaaaan.... ", kata Mas Har
menirukan gaya pelawak Timbul
dalam sebuah iklan jamu.....
Kami berciuman lagi dan
berguling-guling lagi.... mulut
kami tetap berpagutan
dengan sangat kuaaaatnya.. ...
Kucari kontolnya dan
kupegang... wah sudah
ngaceng keras lagi rupanya.....
luarbiasa kuatnya Mas Har kali
ini, lebih kuat dari
ronde tadi pagi.....
"Mas Har... saya ajari gaya kuda-
kudaan. .. mau nggak?",
"Mau dong, sayaaaang... .
Gimana?", tanyanya
penasaran... .
"Mas Har duduk menyender
dulu....."
Dia segera mengikuti
perintahku, duduk menyender
landai pada sebuah bantal yang
kutegakkan di punggung
ranjang, akupun segera
mengambil posisi jongkok
membelakanginya. Kugenggam
kontolnya dan kutancapkan ke
nonokku dari
belakang.... BLESSS!!!, tangan
Mas Har mendekap kedua
tetekku dari belakang....
Sekarang giliranku yang harus
menaik-turunkan pantatku
seperti orang naik kuda....
semuanya berlangsung dengan
sangat halus.... sehingga tidak
sampai menimbulkan
lecet pada kontol Mas Har
maupun nonokku.....
"Gimana Mas?", tanyaku untuk
mengalihkan konsentrasi,
supaya air-pejunya tidak
segera muncrat..... .
"Benar-benar Mbak Sri pantas
menjadi dosen percintaan
saya.....", katanya sambil
mendesah-desah dan
mendesis-mendesis keenakan...
Itilku kembali bertumbukan
nikmat dengan tulang
selangkang Mas Har... Nikmatnya
sudah sampai mneggeletarkan
segenap perasaanku, membuat
perasaanku semakin
menyatu dan terikat kuat
dengan perasaan Mas Har.....
inilah arti sesungguhnya
persetubuhan. ...
Kuatur kecepatan pacuan kuda-
kudaan ini, sehingga
kenikmatannya bisa
kukendalikan, sementara Mas
Har terlentang dengan tenang,
makin didekapnya
kedua buah dadaku, diremas-
remasnya, dipilin-pilinnya,
diremas-remas lagi...
membuatku kembali ingin
mencapai puncak
kenikmatan.. .. kukejangkan
seluruh
anggota tubuhku....
Mas Har sudah mulai mengerti
bahwa aku akan mencapai
puncak.....
"Keluar lagi ya, Mbak?"
tanyanya.... . Ya! serrr... serrrr...
serrrrr...., kembali cairan
hangat nonokku tertumpah
lagi.... kelelahan aku rasanya..... .
lelah tapi enaaak....
Aku melepaskan kontolnya dari
lubang nonokku, kekeringkan
nonokku dengan
dasterku supaya peret lagi...
Mas Har melihat pemandangan
ini dengan wajah lugu,
kuberi dia senyum manis....
"Saya sudah capek, Mas....
Gantian dong... Mas Har
sekarang yang goyang, ya?"
Sekarang aku mengambil posisi
menungging di pinggir
ranjang..... Mas Har kuminta
berdiri dan menembakkan
rudalnya yang super-keras dari
belakang,
"Yang ini gaya anjing-anjingan,
Mas..... tapi jangan salah masuk
ke lubang pantat
ya... pas yang di bawahnya
yang merah merekah itu, lho
ya...."
"Kalau di lubang pantat
katanya lebih enak, Mbak Sri?"
tanyanya lucuuuu....
"memang lebih enak untuk laki-
laki, tapi tidak untuk
perempuan... .. itu kan
namanya tidak adil, Mas....
Lagipula lubang pantat itu kan
saluran untuk tai, kotoran
yang kita buang, itu tidak sehat
namanya, bisa kena penyakit
aids, Mas.... Aids itu
mematikan dan tidak ada
obatnya lho, hiiii....
seremmmm.... "
Mas Har memasukkan
kontolnya pelan-pelan ke
lubang nonokku dari belakang
sambil berdiri di pinggir
ranjang, pelan-pelan
sekaliiiiii. .... seolah-olah dia
takut
kalau sampai merusakkan
lubang nikmat ini..... aku tahu
sekarang....
Mas Har
sangat sayang padaku,
sehingga tingkah-laku
persenggamaannya pun
melukiskan
betapa besar perasaan cintanya
pada diriku....
"Aaaaahhhhhh. ...", aku
mendesah sambil merasakan
hunjaman kontolnya yang
kembali menembus nonokku,
demikian juga dengan Mas Har...
dilingkarkannya
tangan kirinya di perutku,
sedang tangan kanannya
meremas tetekku..... . Dia mulai
menggoyangkan kontolnya
maju mundur.... blep-blep-
blep. .....aduuuuhhh. ....
mantapnyaaaa. ..... tenaganya
sangat kuat dan berirama
tetap...... membuat aliran-
darahku menggelepar di
sekujur tubuhku..... ..
"Enaaaak, Maaaaasssss. ......",
lagi-lagi kukejangkan seluruh
anggota tubuhku
sambil kukeluarkan lagi cairan
hangat nonokku kesekian
kalinya..... . puaaaasssss
sekali tiada taranya..... ..
"aaaaaahhhhhhhh. ......... ",
lenguhku.... ....
"Lap dulu dong, Mbak Sriiii.....
becek sekali nih...." pintanya.... .
Kuambil dasterku dan
kuserahkan padanya..... . segera
dia mengeringkan nonokku
dan juga kontolnya yang
basaaaah tersiram cairan
hangatku.... .
"Mbak, aku sudah hampiiiirrr
keluaaaarrr. ...." desahnya
membuatku semakin
terangsang.. ....
"Tembakkan saja, Massss...... .."
Tembakannya masih sekencang
yang sebelumnya.. .... sampai
nonokku penuh
dengan air-pejunya yang
ekstra-kental itu.......
"Aaaaahhhhhhhh. ......" Mas Har
berteriak keenakan.... ..
demikian juga dengan aku,
kukejangkan tubuhku dan
kusiram lagi kontolnya dengan
cairan hangat
kenikmatan nonokku..... .
"Aaaaaaahhhhhhh, Massss
Harrrrr..... ... Mbak Sri cintaaaaa
banget sama Mas
Har......."
"Aku juga Mbak..... selain Mbak
Sri, tidak ada perempuan lain
yang aku cintai di
dunia ini .....", aku tahu kata-
kata ini sangat jujur....
membuatku semakin
menggelinjang kenikmatan.. ....
"Terima kasih Mas Harrrrrr.... .
untuk cinta Mas Har yang begitu
besar kepada
saya....." Dengan tanpa
melepaskan kontolnya, Mas Har
dengan hati-hati dan penuh
perasaan menengkurapkan
tubuhnya di atas tubuh
telanjangku. ... dan aku
kemudian meluruskan kakiku
dan tubuhku mengambil posisi
tengkurap... .. dengan
Mas Har tengkurap di
belakangku.. ...
Mulutnya didekatkan pada
telingaku... . nafasnya
menghembusi tengkukku... .
membuatku terangsang lagi......
"Enaaaak dan puassss sekali,
Mbak Sri..... Apa Mbak Sri juga
puas?"
"Tentu, Mas Har..... dari pagi
tadi sudah sembilan kali nonok
saya memuntahkan air
hangatnya... .. Pasti saya
puasssss bangettt, Mas!"
"Terima kasih, ya
sayaaaang... ... aku ingin setiap
hari bercinta dengan Mbak Sri
seperti ini......."
"Boleh, Massss.... saya juga siap
kok melayani Mas Har setiap
hari..... kecuali hari
Minggu tentunya.... . Ibu dan
Mbak-mbak kan ada di rumah
kalau Minggu...."
Mas Har melepaskan kontolnya
dari lubang nonokku, aku
segera mengambil posisi
terlentang, dan Mas Har pun
merebahkan dirinya di sisiku....
Jam dinding sudah
menunjukkan jam 10.40......
sambil berpelukan dan
berciuman
erat, kutarik selimut untuk
menutupi tubuh telanjang kami
berdua... dan kami pun
tertidur sampai siang.....
Sudah hampir jam setengah-
dua ketika aku terbangun,
pantes perutku rasanya
lapar sekali. Mas Har masih
belum melepaskan pelukannya
sedari tadi, rasanya dia
tidak ingin melewatkan saat-
saat nikmat yang sangat langka
ini, bisa seharian
bersenggama dengan
bebasnya. Kucium bibirnya
untuk membangunkan lelaki
kesayanganku ini,
"Mas sayaaang, bangun yook,
kita makan siang. Nanti abis
makan kita bercinta lagi
sampai sore...."
"Mmmm..." Mas Har
menggeliat, "sudah jam berapa,
istriku?"
"Setengah-dua,
suamikuuuu.. ...", jawabku
genit....
"Makan-nya di ruang makan,
yok Mas, nggak usah pakai baju
nggak apa-apa, kan
pintu-pintu dan korden-korden
sudah Mbak Sri tutup tadi...."
Dengan bugil bulat, kami
berdua bangun dan berjalan ke
ruang tamu, sambil Mas
Har menggendong/
mengangkatku ke ruang tamu.
"Edhian tenan, koyok
penganten anyar wae....."
kataku dalam hati.... ("gila
benar,
seperti pengantin baru saja")....
Selesai makan siang, Mas Har
kembali menggendongku ke
kamar, sambil kuelus-
elus kontol Mas Har yang sudah
mengeras seperti batang kayu
lagi.....
Direbahkannya diriku dengan
hati-hati di atas ranjang cinta
kami. Aku segera
mengambil posisi memiringkan
tubuh ke kanan, supaya Mas Har
juga mengambil
posisi miring ke kiri, sehingga
kami berhadap-hadapan. ...
"Mas sayaaang, kita senggama
dengan posisi miring seperti ini,
ya....., lebih terasa
lho gesekan kontol Mas Har di
dalam nonok Mbak Sri nanti,"
ajakku untuk
membangkitkan rangsangan
pada Mas Har....
Kami tetap berposisi miring
berhadap-hadapan sambil
berciuman kuat dan mesra.
Kali ini Mas Har lebih aktif
mencium seluruh wajah,
tengkuk, belakang telinga, leher,
terus turun ke bawah,
payudara-kiriku kuisap-isapnya,
sementara yang kanan
dipilin-pilinnya lembut.....
Rangsangan ini segera
membangkitkan birahiku.
Mulutnya bergerak kagi ke
bawah,
ke arah pusar, dijilatinya dan
ditiupnya lembut, kembali aku
mendesah-mendesis
nikmat, sambil jari tangannya
mengobok-obok lembut lubang
nonokku, mengenai
itilku, menimbulkan
kenikmatan yang hebaaaat...,
kukejangkan seluruh tubuhku,
sampai pingganggku tertekuk
ke atas, serrrrrr.... kubasahi
tangannya yang lembut
dengan semburan cairan
hangat yang cukup deras dari
nonokku...
"Mas, masukkan sekarang,
Masssss..... Mbak Sri udah nggak
tahaaaannnn. .....",
pintaku manja.....
Tetap dengan posisi miring-
berhadapan, kubuka
selangkanganku tinggi-tinggi,
kugenggam kontolnya dan
kusorongkan lembut ke lubang
kenikmatan.. ...
"aaaaahhhhhh. ......"
lenguhan kami kembali
terdengar lebih seru.... Kontol
Mas Har
baru masuk setengahnya
dalam nonokku, dimajukannya
lagi kontolnya, dan
kumajukan pula nonokku
menyambut sodokannya yang
mantap-perkasa. ....
"Mas sayaaaang... maju-
mundurnya barengan, ya.....",
ajakku sambil mengajari
teknik senggama yang baru,
kunamakan gaya ini "Gaya
Miring", dengan gaya ini
kami berdua bisa sama-sama
goyang, tidak sepihak saja.....
Kami maju dan mundur
bersamaan tanpa perlu diberi
aba-aba.... rasanya lebih enak
dibandingkan pria di atas
wanita di bawah.... Kulihat Mas
Har merem-melek,
demikian juga dengan diriku,
kontol Mas Har dengan irama
teratur terus
menghunjam-mantap berirama
di dalam liang sempit Asri.....
nonokku mulai
tersedut-sedut lagi, tanda akan
mengeluarkan semburan
hangatnya... ..
"Aduuuuhhhh, Maaaaassssss,
enaaaaakkkkkkk. .......", aku
agak berteriaksambil
mendesis.... ...
Air mani Mas Har belum juga
muncrat, luarbiasa kuatnya
kekasihku ini.....
"Ganti gaya, Maaaasssss.. ..
cabut dulu sebentar.... ." ajakku
lagi, sambil kuputar
tubuhku, tetap pada posisi
miring membelakanginya, Mas
Har memelukku kuat dari
belakang, sambil meremas
lembut kedua tetekku,
kuangkat kakiku sebelah, dan
kuhantar lagi kontolnya
memasuki nonokku..... .
"aaaaaaaaahhhhhhhhh hh....
enak, Mbak Sriiiiii.... ...,
gesekannya lebih terasa dari
yang tadiiiiii... .." Mas Har
mendesah nikmat.....
Kali ini aku hanya diam, sedang
Mas Har yang lebih aktif
memaju-mundurkan
kontolnya yang belum
muncrat-muncrat juga air-
maninya. .....
Sudah jam setengah-tiga,
hampir satu jam dengan dua
gaya yang baru ini......
"Mbak Sri, siap-siap yaaa....
rudalku hampir nembak...."
Kupeluk erat guling, dan Mas
Har semakin mempercepat
irama maju-mundurnya.
.....
"Aaah, aaah, aaahh...." Mas Har
mendesah sambil
mengeluarkan air maninya
dengan tembakan yang kuat-
tajam-kental bagai melabrak
seluruh dinding-dinding
rahimku..... setrumnya kembali
menyengat seluruh kujur
tubuhku.....
"Aaaaaaaa... ......" aku berteriak
panjaaaanng sambil
kusemburkan juga air
nonokku..... .
Tenaga kami benar-benar
seperti terkuras, getaran cinta
kami masih terus terasa.....
tanpa melepaskan pelukan dan
juga kontolnya, masih dengan
posisi miring, kami
tertidur lagi beberapa menit...
sampai semua getaran
mereda......
Jam tiga sudah lewat.... berarti
masih bisa satu ronde lagi
sebelum Ibu Sum dan
kakak-kakaknya pulang dari
kerja....."Mas, bangun, Mas....
sudah jam tiga lewat..... saya
kan mesti membereskan kamar
ini, mandi dan berpakaian
sopan seperti biasanya bila ada
Ibu....."
"Mandi bareng, yok..... di sini aja
di kamar mandiku, ada air
hangatnya kan?"
ajaknya....
Dicabutnya kontolnya dari
lobang nonokku yang sudah
kering, aduuuhhhh
enaknya..... . Aku pun segera
bangun dan menarik
tangannya, Mas Har bangkit dan
memelukku, menciumku,
menggelitiki tetek dan
nonokku, kembali birahiku
naik.....
Sampai di bawah kran
pancuran air hangat, kami
berdua berpelukan, berciuman,
merangkul kuat.... Dengan
posisi berdiri kembali kontol
Mas Har mengeras bagai
batu, segera kurenggut dan
kugenggam dan kumasukkan
lagi ke nonokku. Dengan
tubuh basah disiram air hangat
dari pancuran, dan tetap
dengan berdiri, kami
bersenggama lagi...... bagai
geregetan, Mas Har kembali
menggerakkan kontolnya
maju-mundur, sementara aku
bagai menggelepar memeluk
erat tubuhnya yang
perkasa.....
"Mas, sabunan dulu, ya
sayaaaanggg. ...", tanpa
melepaskan kedua alat kelamin
kami, kami saling menyabuni
tubuh kami, khususnya di
bagian-bagian yang peka-
rangsangan. ...
"Lepas dulu, ya sayaaanggg.. ..
kuambilkan handuk baru untuk
kekasihku... ..", Mas
Har melepaskan tusukannya,
menuju lemari pakaian, dan
diambilnya dua
handuk baru, satu untukku
satu untuknya...
Selesai handukan, aku
bermaksud
mengambil dasterku untuk
berpakaian, karena kupikir
persenggamaan hari ini sudah
selesai.....
"Eiittt, tunggu dulu, istriku.....
Rudalku masih keras nih, kudu
dibenamkan lagi di
liang hangat cinta kita......"
Edhiaaan, mau berapa kali aku
orgasme hari ini..... kuhitung-
hitung sudah 12 kali
aku menyemburkan air nonok
sedari pagi tadi...
Aku mengambil posisi
sederhana, terlentang
menantang... biar Mas Har
menindihku
dari atas.....
Kami bersenggama lagi sebagai
hidangan penutup..... dengan
"Gaya Sederhana"
pria diatas wanita dibawah,
melambangkan kekuatan pria
yang melindungi
kepasrahan wanita.... Mas Har
terus menggoyang kontolnya
maju-mundur. ....
Kembali aku akan mencapai
puncak lagi, sedang Mas Har
masih terus dengan
mantapnya maju-mundur
begitu kuat.....
"Mas Har, Mbak Sri sudah mau
keluar lagiiiiii... ...", kukejangkan
kedua kakiku dan
sekujur tubuhku.....
"Mbak, aku juga mau keluar
sekarang.... ..", dalam waktu
bersamaan kami saling
menyemprotkan dan
memuncratkan cairan
kenikmatan kami masing-
masing. .....
"Enaaaaaaaaaaakkkkk kk, Mas
Haaaaaarrrrrr. ......"
"Puaaaaassssss, Mbak
Sriiiiii.... ......"
Mas Har langsung ambruk di
atas ketelanjanganku, waktu
sudah hampir jam
emapat..... semua sendi-
sendiku masih bergetar
semuanya rasanya.....
"Mas, sebentar lagi Ibu pulang,
Mbak Sri mau siap-siap dulu ya,
sayaang..."
Mas Har segera bangkit
sekaligus mencabut
kontolnya... . "
ari ini adalah hari yang paling
luar-biasa dalam hidupku, Mbak
Sriii... Bagaimana aku
akan sanggup melupakannya? "
Kupakai dasterku, kukecup lagi
kedua pipi dan bibir Mas Har....
segera aku lari
menuju kamarku,
membersihkan air mani Mas Har
yang masih menetes dari lubang
nonokku yang agak bonyok.....
Kukenakan celana dalam, rok
dalam, beha, rok panjang, dan
blus berlengan
panjang, rambut kusisir rapi,
kusanggul rapi ke atas.... semua
ini untuk
"mengelabui" Ibu Sumiati dan
kedua kakak Mas Harianto,
untuk menutupi sisi lain
kehidupanku sebagai seorang
Ratu Senggama







